AMSTERDAM, BELANDA — Grup seni dan musik budaya Oyandi Papua memenuhi undangan TIFA Magazine dalam rangkaian agenda kebudayaan di Belanda. Kehadiran Oyandi Papua menjadi kesempatan untuk memperkenalkan musik, tari, dan identitas budaya Papua kepada masyarakat Indonesia, komunitas Pasifik, serta publik internasional.

Rangkaian kegiatan Oyandi Papua di Eropa mencakup penampilan pada Pacific Roots Fest 2026 dan undangan khusus untuk mengisi hiburan pada puncak perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Sekolah Indonesia Den Haag (SIDH).

Tampil pada Puncak HUT ke-81 RI di SIDH

Dalam agenda di SIDH, Oyandi Papua membawakan sejumlah lagu Nusantara dan menampilkan Yosim Pancar, salah satu bentuk seni dan budaya Papua yang dikenal sebagai bagian dari ekspresi kebersamaan masyarakat Papua.

Penampilan tersebut menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan bersama masyarakat Indonesia di Belanda. Melalui lagu dan gerak tari, Oyandi Papua menghadirkan nuansa budaya Papua dalam perayaan nasional yang mempertemukan masyarakat Indonesia dari berbagai latar belakang.

Membawa Seni Papua ke Pacific Roots Fest 2026

Agenda berikutnya adalah partisipasi Oyandi Papua dalam Pacific Roots Fest 2026. Pada festival tersebut, Oyandi Papua menghadirkan materi pertunjukan yang menonjolkan kekayaan seni dan budaya Papua.

Salah satu materi utama yang ditampilkan adalah musikalisasi semi-sendra tari “Nuimba Maine”, disertai sejumlah lagu pilihan Oyandi Papua.

Tidak hanya tampil di atas panggung, Oyandi Papua juga mengajak para pengunjung festival untuk terlibat dalam Yosim Pancar Massal. Para pengunjung mengikuti gerakan dan irama Yosim Pancar bersama-sama, menciptakan suasana interaktif sekaligus memperkenalkan salah satu bentuk kesenian Papua kepada publik internasional.

Partisipasi tersebut menjadi ruang bagi Oyandi Papua untuk menunjukkan bahwa musik dan seni dapat menjadi sarana dialog budaya serta membangun hubungan antarmasyarakat lintas negara.

Melanjutkan Agenda Kunjungan di Eropa

Setelah menyelesaikan sejumlah agenda utama di Belanda, perjalanan Oyandi Papua masih dilanjutkan dengan beberapa kegiatan lain. Tim Oyandi Papua dijadwalkan melakukan kunjungan ke museum sebagai bagian dari agenda edukasi dan pengenalan sejarah serta kebudayaan.

Selain itu, Oyandi Papua juga memiliki agenda perjalanan menuju Jerman. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi kesempatan untuk menambah wawasan, melihat perkembangan kebudayaan di Eropa, sekaligus memperluas pengalaman para anggota kelompok.

Seluruh rangkaian agenda tersebut diharapkan dapat berjalan dengan lancar hingga seluruh perjalanan Oyandi Papua di Eropa selesai.

Apresiasi untuk Sponsor dan Masyarakat Papua

Di tengah rangkaian kegiatan tersebut, Oyandi Papua menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh sponsor, panitia, organisasi, mitra, serta pihak-pihak yang telah memberikan dukungan sehingga perjalanan dan kegiatan budaya Oyandi Papua di Eropa dapat terlaksana.

Apresiasi secara khusus juga disampaikan kepada masyarakat Papua yang terus memberikan doa dan dukungan selama Oyandi Papua menjalankan rangkaian agenda di luar negeri.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia, organisasi, sponsor, dan semua pihak yang telah mendukung perjalanan Oyandi Papua. Terima kasih juga kepada masyarakat Papua yang terus memberikan doa dan dukungan. Bagi kami, kesempatan ini bukan hanya tentang tampil, tetapi juga tentang membawa musik, seni, dan budaya Papua untuk dikenal lebih luas. Semoga seluruh agenda berikutnya dapat berjalan dengan lancar,” ujar Nelius Awaki.

Menurut Oyandi Papua, perjalanan ke Eropa merupakan pengalaman penting dalam upaya memperluas ruang pertunjukan dan diplomasi budaya. Melalui musik, tari, dan karya seni, Oyandi Papua ingin terus memperkenalkan kekayaan budaya Papua sekaligus membangun jejaring dengan komunitas seni dan budaya internasional.

Rangkaian perjalanan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah pertunjukan, tetapi dapat menjadi awal dari kolaborasi budaya yang lebih luas antara Papua, Indonesia, dan komunitas internasional.

Oyandi Papua — Culture of Beat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *